Penulisan dan Penerbitan Buku

Kita boleh saja merasa acuh tak acuh dengan segala bentuk warisan masa lalu, bahkan kita cenderung berani melupakannya daripada melestarikan. Alasannya, kita mungkin lebih mudah mengakui bahwa yang terpenting adalah hidup untuk hari ini, bukan masa lalu. Tapi, apa lagi yang tersisa dari amanat leluhur selain warisan yang berfungsi di lini kehidupan? 

Sebagaimana orang Kanekes atau orang Baduy, mereka masih menyerap pikukuh leluhurnya: "Gunung teu meunang dilebur, Lebak teu meunang diruksak.” Hanya itu yang mereka miliki. Karenanya mereka lebih berani menjaga kelestarian alam dan lingkungan melampaui isu-isu ekologi kontemporer. Amanat itu, nyatanya berhasil menjadi juru selamat bagi masyarakat. 

Selain Baduy, di Kabupaten Lebak juga terdapat lebih 50 perkampungan Adat Kasepuhan Banten Kidul. Mereka memiliki sistem nilai yang begitu berharga terkait alam dan lingkungan, khususnya dalam olah pertanian tanaman padi sebagai satu-satunya makanan pokok mayoritas bangsa Indonesia. 

Lantas, bagaimana dengan kita? Seberapa sering kita berpura-pura untuk tak peduli pada warisan leluhur? Padahal, dengan mempelajari dan meresapi kembali nilai-nilai luhur, kita dapat menghargai dan hidup selaras dengan alam.

Karenanya, sebagai pra-event Festival Seni Multatuli 2019, kami akan melakukan kegiatan berupa workshop menulis cerita berdasarkan nilai-nilai luhur yang telah lama diakrabi masyarakat, namun terus tergerus dan tersingkir. Sebagian besar nilai luhur tersebut tersebar dalam mitos, pamali, tabu, pantang larang dan sebagainya. 

Kegiatan workshop ini, diharapkan dapat memberi pengayaan bagi peserta untuk menggali berbagai nilai dan kearifan lokal melalui penulisan cerita pendek (Cerpen). Buah pena itu akan diikutsertakan dalam seleksi pemilihan cerpen dan diterbitkan dalam antologi "Cerita dari Lebak". 

Penerbitan buku ini menjadi penting dalam rangka menyokong penguatan narasi tentang Lebak, sebagaimana ancangan Pokok-Pokok Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Lebak. Seleksi ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti para penulis dari berbagai daerah di Indonesia. Harapannya setiap peserta dapat mengekspresikan nilai-nilai kearifan yang terkandung dalam kebudayaan masyarakat Lebak, Banten. 

Tema: Gunung Teu Meunang Dilebur, Lebak Teu Meunang Diruksak: Mitos dan Kearifan Lokal masyarakat Lebak

Timeline Acara

  • Undangan Terbuka Menulis Cerpen

  • Registrasi Peserta Workshop

  • Penutupan Penerimaan Undangan Menulis Cerpen

  • Penyuntingan 1

  • Proses Kurasi Karya

  • Pengumuman Cerpen Terpilih

  • Penyuntingan 2

  • Penerbitan

  • Launching & Bedah Buku

  • Pengiriman buku ke Perpustakaan & TBM se-Indonesia