Telusur Jejak Multatuli

    Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang ada di dalam Festival Seni Multatuli. Kegiatan ini merupakan kali ke dua yang pada tahun sebelumnya sukses terselenggarakan. Nama Kegiatan ini adalah Menyusuri Jejak-jejak Multatuli di Rangkasbitung. Konsep kegiatan acara ini adalah walking tour menyusuri jejak-jejak Multatuli selama ia menjabat sebagai Asisten Residen Lebak di Rangkasbitung. Untuk tahun ini ada beberapa penambahan lokasi yang dikunjungi dengan pertimbangan yang jelas. Seperti kesesuaian lokasi tersebut dengan kehidupan Multatuli pada masanya dan kesesuaian dengan era kolonialisme. Selain itu, untuk tahun ini peserta yang mengikuti kegiatan menyusuri jejak-jejak Multatuli di Rangkasbitung diwajibkan membuat Reis Ver Halen (Catatan Perjalanan) selama peserta mengikuti kegiatan tersebut. Lalu Reis Ver Halen tersebut diberikan kepada panitia untuk dibukukan. Setelah menyelesaikan kegiatan tersebut, para peserta bisa menikmati live musik instrumental yang bernuansakan Eropa dan tradisional Sunda sambil menikmati makanan ringan dan minuman teh hangat yang disediakan oleh pihak panitia penyelenggara.


Waktu Pelaksanaan:

Minggu, 15 September 2019 pukul 13.00—15.00

Tempat

Tempat berkumpul peserta di Museum Multatuli

Rute:

Lokasi – lokasi yang akan dikunjungi pada kegiatan kali ini, diantaranya:


    • Aula Multatuli Pemkab dan Rumah Dinas Bupati Lebak

    • Gedung DPRD Kabupaten Lebak

    • Pusara RTA Karta Nata Negara

    • Bekas Rumah Dinas Multatuli (Eduard Douwes Dekker)

    • Jl.Multatuli dan SDN Multatuli

    • Sungai Ciujung

    • Gereja Kristen Pasundan Rangkasbitung

    • Stasiun Kereta Api Rangkasbitung

    • Bekas Pabrik Minyak Mexolie

    • Jl.Hardiwinangun

    • Water Toren De Rangkasbitoeng

    • Museum Multatuli



Tujuan:

Terdapat beberapa tujuan kegiatan dalam pelaksanaan acara Menyusuri Jejak Multatuli di Rangkasbitung ini, diantaranya:


  • Mengenang jasa-jasa Eduard Douwes Dekker alias Multatuli yang pernah berkontribusi besar terhadap perubahan sistem penjajahan pada masa Hindia-Belanda hingga menjadi salah satu faktor penyebab terhentinya sistem cultur steelsel.

  • Mengenalkan Kabupaten Lebak, khususnya Rangkasbitung kepada masyarakat luas. Serta mendukung program pemerintah Kabupaten Lebak mengenai City Tour

  • Memberikan contoh betapa pentingnya kesetaraan. Multatuli menggugat praktik kolonial yang tidak mengaku adanya kesetaraan. Multatuli menulis, "panggilan nurani manusia ialah mewujud sebagai manusia." Nilai luhur kesetaraan dapat dikembangkan melalui kegiatan Menyusuri Jejak Multatuli

  • Memperkaya keberagaman budaya dan melestarikan warisan budaya bangsa.

    Keragaman budaya bangsa dapat dilihat salah satunya dengan mau dan mampu membaca sejarah. Sejarah yang salah satunya ditulis Multatuli dalam novel Max Havelaar. Sejarah tentang busuknya kolonialisme di Hindia Belanda. Sejarah tentang lahirnya ilham kemerdekaan. Kemerdekaan yang dikumandangkan oleh pendiri bangsa setelah membaca novel Max Havelaar.

  • Memperteguh jati diri dan kebanggaan berbangsa. Kebanggaan berbangsa dan hadirnya jati diri dapat datang salah satunya dengan mengenal lebih dekat dengan sejarah bangsanya sendiri. Sejarah yang mengajarkan menjadi bangsa yang bangga. Bangga karena dapat melepaskan diri dari belenggu penjajahan.

  • Kegiatan Menyusuri Jejak-jejak Multatuli di Rangkasbitung adalah ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa melalui sejarah dan sastra. 



Syarat dan Ketentuan:

  1. Peserta melakukan pendaftaran online melalui http://festivalsenimultatuli.id/pendaftaran-telusur-jejak-multatuli

  2. Peserta yang sudah melakukan pendaftaran online diharapkan melakukan konfirmasi kepada panitia pelaksana melalui WhatsApp Messenger.

  3. Pendaftaran online ditutup pada tanggal 8 September 2019.

  4. Peserta kegiatan Telusur Jejak Multatuli dibatasi sampai 300 Peserta yang terdiri dari 200 peserta dalam negeri dan 100 peserta luar negeri.

  5. Pada hari pelaksanaan, peserta diwajibkan melakukan pendaftaran ulang di lokasi pemberangkatan Museum Multatuli, mulai pukul 09.00-12.00.

  6. Peserta dilarang membawa senjata tajam, obat-obatan terlarang, binatang peliharaan, dan minuman keras.

  7. Peserta berkewajiban menjaga ketertiban diri, regu, dan lingkungan dengan cara tidak melakukan tindakan asusila dan perilaku destruktif yang dapat merugikan diri sendiri dan pihak lain.

  8. Peserta wajib menghargai adat istiadat dan budaya masyarakat di sepanjang rute kegiatan.

  9. Selama kegiatan berlangsung peserta juga diwajibkan menulis catatan perjalanan pada media yang disediakan oleh panitia.

  10. Dengan mendaftar, peserta menyatakan persetujuannya untuk menaati tata tertib yang ditetapkan panitia.