Lima Hal Mengapa Anda Harus ke Festival Seni Multatuli 2019 di Lebak

Begitu Museum Multatuli selesai dibangun, diisi, dan dibuka untuk umum pada 11 Februari 2018 yang lalu, Pemda Lebak segera menyusun program untuk mendukung pendirian museum ini. Festival Seni Multatuli (FSM) salah satunya.

Nah,ada lima hal mengapa anda harus datangi festival ini.

Pertama, event ini merupakan festival khas yang hanya ada di Kabupaten Lebak. Kekhasannya yaitu karena mengusung sastra sebagai ekosistem kebudayaannya. Ini jelas tidak mainstream sebab biasanya festival mempunya warna keramaian dan hingar bingar yang kental. Festival ini berupaya mengawinkan sastra dengan kehingaran dan dengan begitu menjadi satu-satunya festival yang bermula dari sebuah novel. Max Havelaar karya Multatuli.

Kedua, festival ini diisi oleh kegiatan yang mengawinkan tradisi lokal dengan ilmu pengetahuan dan karenanya mengajarkan kepada pengunjung cara mencintai kebudayaan. Ini jelas berlawanan dengan kebudayaan massa yang sifatnya temporer dan mudah dilupakan dan kehilangan jejak dan mau mengakomodasi semua hal sehingga berakhir dengan tak punya ciri khas.

Ketiga, festival ini menghadirkan komunitas sebagai pelaksana. Dimulai dari perencanaan ide, konsep, pelaksanaan, dan pelaporannya. Komunitas sebagai pelaksana dengan pemerintah daerah sebagai supervisi berkolaborasi.Kegiatan ini juga melibatkan puluhan pelaku budaya dan seni dari berbagai jenis dari Lebak khususnya dan Banten, berkumpul menelurkan ide-ide berkali-kali, diuji puluhan kali untuk memberikan gambaran yang terperinci tentang pelaksanaannya. Dengan begitu, peserta dan pengunjung festival menghargai proses tanpa berpaling pada hasil semata.

Keempat, festival ini menghadirkan pengisi-pengisi acara yang ahli di bidangnya. Selain pengisi acara bintang juga tampil pengisi acara lokal yang berkolaborasi setelah menyerap pengetahuan yang dibawa para ahli. Di simposium kita dapat menyebut ada Peter Carey sejarawan dari Oxford, di workshop film pendek ada Riri Riza, di Konser Musik Tradisi ada Kang Ismet dari Samba Sunda Bandung. Mereka tampil berkolaborasi dengan penampil dari Lebak.

Kelima, festival ini menghadirkan gaya kuratorial yang ketat dan kritis. Proses kurasi yang secara terang-terangan terbuka dan bersemangat pada pemajuan kebudayaan sebagaimana amanat Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Setiap kegiatan dikurasi dari awal hingga akhir dan memanfaatkan teknologi informasi melalui media website www.festivalsenimultatuli.id

Meski demikian terdapat dua hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut.

Pertama, penamaan Festival Seni Multatuli. Adalah benar bahwa setiap kegiatan bermula dari ide-ide dan nilai dari novel kepahlawanan Max Havelaar karya Multatuli. Tim kerja menyadari bahwa penentuan ide yang terkait dengan nilai-nilai Multatuli adalah sebuah hal yang harus mendapatkan pengkajian lebih lanjut. Misalnya dalam pementasan teater yang mengusung ruang dan nilai-nilai Multatuli. Maka setiap penampil perlu mendalami apa saja nilai yang dibawa Multatuli.

Kedua, terkait tujuan festival ini yaitu menjadi sarana ekspresi untuk para pelaku budaya di Kabupaten Lebak. Kami yakin bahwa kebudayaan Lebak akan mamapu bertahan dan bersenyawa dengan gerak zaman yang terus berkembang dan berpijak pada kenyataan. Maka di festival kesenian tradisi misalnya kami tetap menghadirkan seni tradisi seperti Ubrug Sobang, karinding baduy, dan rengkong di tengah tarian modern dan musik.

Festival akan menampilkan berbagai kegiatan seni dan kebudayaan, di antaranya festival teater, pameran seni rupa, penerbitan dan bedah buku kumpulan cerpen dengan tema “Cerita dari Lebak”, simposium: Membaca Ulang Max Havelaar, bincang film bersama Riri Riza, festival kesenian tradisi, wayang golek, ceramah, karnaval kerbau, konser musik tradisi. Dan kegiatan yang sudah dilaksanakan seperti workshop cerpen, workshop film pendek, workshop wisata kota, dan workshop teater.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik masyarakat sekitar Lebak, Banten, Jabodetabek, Indonesia, dan wisatawan mancanegara juga mereka yang membaca Max Havelaar, mengagumi Multatuli, maupun bergerak di bidang pariwisata, fotografi, jalan-jalan, sastra, seni, budaya dan literasi. Festival Seni Multatuli (FSM) 2019 menargetkan 25.000 orang pengunjung selama gelaran berlangsung.

Berbagai kegiatan FSM 2019 bisa diikuti di sosial media Facebook: Fesvital Seni Multatuli 2019; Instagram: @festivalsenimultatuli; dan Twitter: @FS_Multatuli). Website: www.festivalsenimultatuli.id, Email: festivalsenimultatuli@gmail.com.

 

Sumber:

“Lima Hal Mengapa Anda Harus ke Festival Seni Multatuli 2019 di Lebak”. WongBanten. 5 September 2019. 19 September 2019. <https://wongbanten.id/2019/09/05/lima-hal-mengapa-anda-harus-ke-festival-seni-multatuli-2019-di-lebak/>