Pengunjung Festival Seni Multatuli Minati Produk Kerajinan Badui

Lebak (ANTARA) - Produk kerajinan masyarakat Badui diminati pengunjung Festival Seni Multatuli (FSM) yang digelar 9 sampai 15 September 2019 bertempat di Jalan Timur Alun-alun Rangkasbitung.

"Kebanyakan pengunjung yang membeli produk kerajinan Badui itu dari luar daerah," kata Sarip seorang pedagang warga Badui saat ditemui digerai, Sabtu.

Mereka pengunjung yang membeli produk kerajinan Badui di antaranya tas koja, kain tenun, selendang, lomar dan pakaian batik Badui.

Selama ini, produk kerajinan Badui banyak diminati pengunjung dengan alasan untuk kenang-kenangan.

"Kami dua hari terakhir ini merasa kewalahan melayani pengunjung dari Tangerang, Jakarta dan Bogor," katanya menjelaskan.

Menurut dia, dirinya hasil penjualan produk kerajinan Badui itu relatif lumayan dan bisa mencapai di atas Rp10 juta.

Para pengunjung FSM itu membelu cukup banyak dan kebanyakan ikat kepala lomar, tas koja dan kain tenun Badui.

Adapun, harga produk kerajinan itu bervariaisi antara Rp30.000 sampai Rp500.000/kain.

"Kami sangat terbantu dengan mengikuti pameran FSM dapat meraup keuntungan," katanya menjelaskan.

Begitu juga pedagang kerajinan Badui lainnya, Kubil mengatakan dirinya merasa kewalahan melayani pengunjung dengan membeli tas koja cukup banyak.

Selama ini, tas koja Badui selalu diserbu pengunjung karena ramah lingkungan dengan terbuat dari kulit pohon tereup yang terdapat di kawasan hutan adat masyarakat Baduy.

Proses pembuatannya, kulit pohon disayat tipis-tipis dan dipilin menyerupai tali.

Selanjutnya, tali tersebut dijalin hingga membuat tas.

Namun, tas koja Baduy terlihat lubang-lubang dan berbeda dengan tas terbuat dari kulit.

Adapun, bentuknya tas koja itu unik dan memiliki nilai seni.

"Sebagian besar tas koja itu digunakan untuk sekolah. Harga tas koja Rp50.000," katanya.

Ia mengatakan, pengunjung FSM setiap hari memadati stan kerajinan masyarakat Badui karena memiliki keunikan dan daya tarik.

Bahkan, perajin Badui secara langsung memproduksi kain tenun dan tas koja.

Para pengunjung bisa melihat langsung cara memproduksi kerajinan tas koja dan kain tenun dengan menggunakan peralatan tradisional.

"Kami berharap setiap bulan pemerintah daerah bisa menampilkan produk kerajinan Badui," katanya.

 

Pewarta : Mansyur suryana

Editor : Sambas

COPYRIGHT © ANTARA