Sejak roman Max Havelaar terbit pertama kali di Belanda tahun 1860, Lebak menjadi perbincangan dan pertikaian kaum kolonial di daratan Eropa.
Author: Mintul (Mintul )
Perpanjangan Tenggat Menulis Cerita Anak
Durasi pengiriman karya tulis cerita anak diperpanjang dari 10 September sampai 20 September 2021. Siapkan karya cerita anak terbaikmu.
Lokakarya Angklung Buhun hari 3
Pada hari ketiga Lokakarya Angklung Buhun yang menghadirkan Ismed Ruchimat (Dosen Institut Seni Budaya Indonesia) dan Parwa Rahayu (Praktisi Seni Tradisi), proses aransemen musik angklung dipadukan dengan instrumen tradisi dan musik barat (modern)
Lokakarya Angklung Buhun hari 2
Dihari kedua ini, banyak keseruan yang terjadi dalam proses acara. Para peserta yang terdiri dari 25 seniman undangan dari berbagai komunitas seni tradisi yang ada di kab. Lebak. Bersama-sama belatih dan dimentori oleh pemateri. Ismet Ruchimat (Dosen ISBI Bandung & paraktisi seni tradisi) dan Purwa Rahayu (praktisi seni tradisi).
Lokakarya Angklung Buhun hari 1
Acara lokakarya Angklung Buhun Festival Seni Multatuli 2021. Dengan mengusung tema “Buhunna Sora”. Merupakan pra-acara FSM 2021.
Pengumuman Lolos Abstrak
Selamat kepada 15 abstrak terpilih Simposium Festival Seni Multatulli 2021 "Manis Tapi Tragis"
Undangan Menulis Cerita Anak
Hallo kawan Multatuli Di FSM 2021 program penerbitan buku hadir kembali! Ada Undangan menulis buat kamu nih! Program penerbitan ini mengangkat cerita anak dengan tema “Harta Karun dari Tanah Karuhun”. Berfokus pada nilai sejarah, budaya, moral, dan bahasa lokal Kabupaten Lebak. 20 karya terpilih akan dibukukan dan penulisnya diundang saat launching buku dan talkshow melalui...
Undangan Simposium
Multatuli dan novelnya Max Havelaar merupakan suatu fenomena, khususnya pada fragmen Saidjah-Adinda. Sebuah kisah cinta yang “manis tapi tragis”, yang oleh segelintir kalangan dianggap sebagai kisah paling “berhasil sebagai susastra” dari keseluruhan novel Max Havelaar. Sebuah kisah yang mungkin dapat disejajarkan dengan kisah-kisah cinta lainnya yang tak lekang oleh zaman, seperti Romeo-Juliet Shakespeare, Laila-Majenun Nizami, Roro Mendut-Pronocitro, dan sebagainya.









